Parenting Nabawiyah: Menanam Adab Sebelum Ilmu di TPA Nurussalam Nagari Aie Angek
Minggu, 3 Mei 2026, Mila Naura Juja kembali menguatkan tekad untuk menyampaikan pesan-pesan Islami kepada santriwan dan santriwati di TPA Nurussalam Aie Angek. Setelah sekian lama tidak berbagi ilmu di sana, tempat di mana jiwa Islami tertanam.
TPA Nurussalam berdiri pada tahun 1990 dan hingga detik ini masih memancarkan cahaya. Terakreditasi A, TPA ini menjadi simbol kebanggaan dan semangat para orang tua mengantarkan buah hati ke taman Al-Qur'an ini. Terhitung 89 santri aktif saat ini, terdiri dari 44 santriwati dan 45 santriwan. Adapun tenaga pengajar di TPA ini, yaitu Ustazah Syamsimar sebagai Kepala TPA, serta Reni Nofriza S.Pd. dan Nora Noviarni S.Pd.I. yang juga merupakan ustazah di sana.
Ustazah hebat mengajarkan serta menanamkan ilmu agama yang di antaranya tahfiz, hadis, doa harian, akidah akhlak, SKI, dan fikih menjadi asupan santri di TPA Nurussalam. Siang hari ketika sinar matahari menerangi semesta hingga tak ada lagi kegelapan, begitu juga dengan jiwa santri yang haus ilmu. Mereka datang setiap hari pukul 14.30 sampai 17.30 WIB, terkecuali hari Minggu mereka datang waktu Subuh dan pulang pukul 07.00 WIB.
Kesungguhan santri TPA Nurussalam mampu mengangkat nama baik TPA, tempat mereka berjuang dalam ajang keagamaan. Seperti pada khatam Al-Qur'an putaran IV di Jorong Koto Nan Gadang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat tahun 2025, tercatat 2 santriwan meraih juara 1 dan harapan 3. Santriwati juga tidak ingin kalah, mereka menekuni latihan hingga akhirnya membawa pulang juara 1, 2, serta harapan 2 dan 3.
Tidak sampai di sana, prestasi lainnya kini mereka dapatkan melalui ajang lomba MTQ bersama mahasiswa-mahasiswi KKN UNAND 2026 dengan meraih harapan 1, juara 2, dan juara 1 lomba azan.
Mila Naura Juja dibuat terpukau melihat jajaran trofi yang hampir memenuhi ruang kantor guru. Di sana ia melihat trofi lain dari ajang berbeda, yaitu MTQ Nasional tingkat kecamatan di Singgalang pada tahun 2025, di antaranya juara 1 lomba tilawah anak-anak putra, juara 1 lomba tartil putri dasar, juara 2 lomba tilawah kanak-kanak putra, dan juara 1 lomba tilawah kanak-kanak putri.
Tidak heran jika TPA Nurussalam menerima sertifikat akreditasi A yang berlaku dari September 2023 hingga September 2028. Banyak kegiatan yang menjadi penilaian akreditasi tersebut dan digemari santri, seperti tilawah, kesenian, doa-doa, ibadah, hadis, tahfiz, hingga Didikan Subuh. Dalam kegiatan Didikan Subuh inilah Mila Naura Juja kini memberikan edukasi singkat mengenai adab.
Kegiatan diawali dengan bangun Subuh, salat Subuh berjemaah, lalu dilanjutkan dengan acara rutin mingguan. Acara dibuka oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa bangun tidur, hingga pembacaan janji dan mars Didikan Subuh. Setelah itu dilanjutkan dengan acara pendukung seperti membacakan rukun wudu, rukun salat, ayat pendek, doa harian, hadis, dan lain sebagainya.
Melalui pembiasaan ini, para santri tidak hanya cakap membaca Al-Qur'an, tetapi juga terbiasa mengamalkan adab dalam kehidupan sehari-hari. Sebab di TPA Nurussalam, adab memang selalu didahulukan sebelum ilmu, sebagaimana teladan Rasulullah saw.
Menanam adab hari ini adalah menuai kemuliaan akhlak di masa depan, karena ilmu tanpa adab ibarat cahaya tanpa arah.
*Parenting Nabawiyah: Menanam Adab Sebelum Ilmu di TPA Nurussalam*
Minggu, 3 Mei 2026, Mila Naura Juja kembali menguatkan tekad untuk menyampaikan pesan-pesan Islami kepada santriwan dan santriwati di TPA Nurussalam Aie Angek. Setelah sekian lama tidak berbagi ilmu di sana, tempat di mana jiwa Islami tertanam.
TPA Nurussalam berdiri pada tahun 1990 dan hingga detik ini masih memancarkan cahaya. Terakreditasi A, TPA ini menjadi simbol kebanggaan dan semangat para orang tua mengantarkan buah hati ke taman Al-Qur'an ini. Terhitung 89 santri aktif saat ini, terdiri dari 44 santriwati dan 45 santriwan. Adapun tenaga pengajar di TPA ini, yaitu Ustazah Syamsimar sebagai Kepala TPA, serta Reni Nofriza S.Pd. dan Nora Noviarni S.Pd.I. yang juga merupakan ustazah di sana.
Ustazah hebat mengajarkan serta menanamkan ilmu agama yang di antaranya tahfiz, hadis, doa harian, akidah akhlak, SKI, dan fikih menjadi asupan santri di TPA Nurussalam. Siang hari ketika sinar matahari menerangi semesta hingga tak ada lagi kegelapan, begitu juga dengan jiwa santri yang haus ilmu. Mereka datang setiap hari pukul 14.30 sampai 17.30 WIB, terkecuali hari Minggu mereka datang waktu Subuh dan pulang pukul 07.00 WIB.
Kesungguhan santri TPA Nurussalam mampu mengangkat nama baik TPA, tempat mereka berjuang dalam ajang keagamaan. Seperti pada khatam Al-Qur'an putaran IV di Jorong Koto Nan Gadang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat tahun 2025, tercatat 2 santriwan meraih juara 1 dan harapan 3. Santriwati juga tidak ingin kalah, mereka menekuni latihan hingga akhirnya membawa pulang juara 1, 2, serta harapan 2 dan 3.
Tidak sampai di sana, prestasi lainnya kini mereka dapatkan melalui ajang lomba MTQ bersama mahasiswa-mahasiswi KKN UNAND 2026 dengan meraih harapan 1, juara 2, dan juara 1 lomba azan.
Mila Naura Juja dibuat terpukau melihat jajaran trofi yang hampir memenuhi ruang kantor guru. Di sana ia melihat trofi lain dari ajang berbeda, yaitu MTQ Nasional tingkat kecamatan di Singgalang pada tahun 2025, di antaranya juara 1 lomba tilawah anak-anak putra, juara 1 lomba tartil putri dasar, juara 2 lomba tilawah kanak-kanak putra, dan juara 1 lomba tilawah kanak-kanak putri.
Tidak heran jika TPA Nurussalam menerima sertifikat akreditasi A yang berlaku dari September 2023 hingga September 2028. Banyak kegiatan yang menjadi penilaian akreditasi tersebut dan digemari santri, seperti tilawah, kesenian, doa-doa, ibadah, hadis, tahfiz, hingga Didikan Subuh. Dalam kegiatan Didikan Subuh inilah Mila Naura Juja kini memberikan edukasi singkat mengenai adab.
Kegiatan diawali dengan bangun Subuh, salat Subuh berjemaah, lalu dilanjutkan dengan acara rutin mingguan. Acara dibuka oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa bangun tidur, hingga pembacaan janji dan mars Didikan Subuh. Setelah itu dilanjutkan dengan acara pendukung seperti membacakan rukun wudu, rukun salat, ayat pendek, doa harian, hadis, dan lain sebagainya.
Melalui pembiasaan ini, para santri tidak hanya cakap membaca Al-Qur'an, tetapi juga terbiasa mengamalkan adab dalam kehidupan sehari-hari. Sebab di TPA Nurussalam, adab memang selalu didahulukan sebelum ilmu, sebagaimana teladan Rasulullah saw.
Menanam adab hari ini adalah menuai kemuliaan akhlak di masa depan, karena ilmu tanpa adab ibarat cahaya tanpa arah.
Sumber: Mila Naura Juja