Aie Angek, 6 Mei 2026 — Pemerintah Nagari Aie Angek kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan pelatihan kader kesehatan untuk pencegahan stunting. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 5-6 Mei 2026 bertempat di Aula Kantor Wali Nagari Aie Angek.
Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 35 orang kader kesehatan yang berasal dari berbagai jorong yang ada di Nagari Aie Angek. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak hari pertama hingga penutupan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mendukung program percepatan penurunan angka stunting di tengah masyarakat. Peran kader dinilai sangat penting karena menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat nagari.
Acara dibuka secara resmi oleh Pemerintah Nagari Aie Angek yang menyampaikan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Pelatihan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang kesehatan, yakni dr. Yeni Handayani selaku Kepala UPT Puskesmas 1 X Koto serta Ibu Ruri Mandasari. Kedua narasumber memberikan materi secara mendalam terkait upaya pencegahan stunting.
Pada sesi pertama, dr. Yeni Handayani menjelaskan tentang pengertian stunting, faktor penyebab, dampak terhadap tumbuh kembang anak, serta langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan oleh keluarga dan masyarakat.
Beliau juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Menurutnya, masa tersebut merupakan periode yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin serta pemantauan tumbuh kembang balita melalui kegiatan posyandu.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Ruri Mandasari yang membahas tentang peran aktif kader kesehatan dalam melakukan edukasi kepada masyarakat. Kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dalam penyampaian materinya, Ibu Ruri Mandasari mengajak seluruh kader untuk lebih aktif melakukan pendekatan kepada keluarga yang memiliki balita maupun ibu hamil agar lebih memperhatikan pola makan dan pola asuh anak. Tidak hanya memberikan teori, kegiatan pelatihan ini juga dilengkapi dengan praktek langsung di lapangan. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan cara pengukuran tinggi badan dan berat badan balita dengan benar.
Kader kesehatan juga dilatih melakukan pengisian data pertumbuhan balita serta memahami indikator yang menunjukkan risiko stunting pada anak. Hal ini bertujuan agar kader lebih teliti dalam melakukan pemantauan di posyandu.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta aktif bertanya serta berbagi pengalaman terkait kondisi kesehatan masyarakat di wilayah masing-masing. Melalui diskusi kelompok, para kader juga diajak mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat nagari. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara kader kesehatan, pemerintah nagari, dan pihak puskesmas dalam upaya menekan angka stunting.
Pemerintah Nagari Aie Angek menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal di tengah masyarakat.
Selama pelatihan berlangsung, peserta juga diberikan simulasi penanganan kasus gizi kurang pada balita. Simulasi tersebut bertujuan agar kader mampu mengambil langkah awal sebelum mendapatkan penanganan lanjutan dari tenaga kesehatan. Para kader kesehatan terlihat sangat antusias mengikuti praktek tersebut karena dinilai sangat membantu dalam meningkatkan keterampilan mereka di lapangan.
Kegiatan pelatihan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar kader kesehatan yang selama ini aktif membantu pelayanan kesehatan masyarakat di Nagari Aie Angek.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para kader dapat lebih percaya diri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pemenuhan gizi keluarga. Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar.
Pemerintah Nagari Aie Angek terus berkomitmen mendukung berbagai program kesehatan masyarakat demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. Melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan, diharapkan pelayanan kesehatan dasar di tingkat nagari dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh masyarakat.Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan anak-anak di Nagari Aie Angek agar terhindar dari risiko stunting.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mendapatkan motivasi agar terus aktif dan konsisten menjalankan tugas sebagai kader kesehatan di tengah masyarakat.
Dengan terlaksananya pelatihan kader kesehatan ini, diharapkan upaya pencegahan stunting di Nagari Aie Angek dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat dan unggul menuju masa depan yang lebih baik.