Langkah Mila Naura Juja Menyalakan Api Literasi di Jantung Sekolah Dasar di Nagari Aie Angek
Aie Angek – Di bawah naungan langit Sabtu yang cerah, tepat pada 18 April 2026, sebuah langkah bermakna terukir di SDN 15 Aie Angek. Mila Naura Juja, sosok yang kini mengemban amanah sebagai **Duta Penyala Literasi Sumatera Barat**, hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai pembawa suluh bagi imajinasi anak-anak bangsa.
Melalui inisiatif pribadi yang lahir dari kepedulian mendalam, Mila menggelar kegiatan bertajuk
*Eksplorasi Literasi dan Sastra di SDN 15 Aie Angek*
Kegiatan ini bukan hanya tentang memindahkan isi buku ke dalam kepala, melainkan tentang membuka jendela dunia melalui pemahaman yang lebih luas.
Lebih dari Sekadar Membaca
Kegiatan dimulai dengan suasana hangat di dalam kelas yang penuh antusiasme. Mila membuka sesi dengan meluruskan miskonsepsi yang sering terjadi: bahwa literasi hanyalah soal mengeja kata.
"Literasi adalah kunci untuk memahami dunia," ujar Mila di hadapan para siswa. Ia memaparkan materi secara komprehensif, mulai dari definisi Literasi,jenis-Jenis Literasi,hingga materi lainnya begitu juga dengan sastra .
Menyelami Keindahan Sastra
Tak hanya berhenti pada teknis literasi, Mila juga membawa para siswa menyelami samudera sastra. Baginya, sastra adalah "ruh" dari bahasa. Ia mengajarkan bagaimana puisi, prosa, dan cerita rakyat bukan sekadar hiburan, melainkan cermin budaya dan perasaan.
Para siswa diajak untuk mengenali keindahan diksi dan bagaimana sastra mampu mengasah empati. Dengan pendekatan yang interaktif, suasana kelas di SDN 15 Aie Angek berubah menjadi ruang diskusi yang hidup, di mana setiap anak berani bermimpi untuk menjadi penulis atau penutur cerita di masa depan.
Inisiatif Mandiri sebagai Bentuk Pengabdian
Kehadiran Mila Naura Juja di SDN 15 Aie Angek merupakan bukti nyata bahwa peran seorang Duta Penyala Literasi tidak terbatas pada acara seremonial. Langkah mandiri ini menunjukkan dedikasi tanpa batas untuk menjemput bola, mendatangi pelosok, dan memastikan bahwa semangat literasi menyentuh setiap lapisan masyarakat, bahkan di sekolah-sekolah yang jauh dari pusat keramaian kota.
Kepala Sekolah dan para guru SDN 15 Aie Angek menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap kehadiran Mila dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk lebih mencintai perpustakaan dan menghidupkan budaya membaca di lingkungan sekolah.
Sebagai penutup kegiatannya, Mila Naura Juja meninggalkan pesan-pesan penguat jiwa bagi para tunas muda di SDN 15 Aie angek Aie Angek:
> "Membaca adalah cara kita bernapas di dunia yang luas ini. Jika kamu ingin mengenal dunia, maka membacalah. Namun, jika kamu ingin dunia mengenalmu, maka menulislah."
Langkah Mila Naura Juja Menyalakan Api Literasi di Jantung Sekolah Dasar
**Tanah Datar** – Di bawah naungan langit Sabtu yang cerah, tepat pada 18 April 2026, sebuah langkah bermakna terukir di SDN 15 Aie Angek. Mila Naura Juja, sosok yang kini mengemban amanah sebagai **Duta Penyala Literasi Sumatera Barat**, hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai pembawa suluh bagi imajinasi anak-anak bangsa.
Melalui inisiatif pribadi yang lahir dari kepedulian mendalam, Mila menggelar kegiatan bertajuk
*Eksplorasi Literasi dan Sastra di SDN 15 Aie Angek*
Kegiatan ini bukan hanya tentang memindahkan isi buku ke dalam kepala, melainkan tentang membuka jendela dunia melalui pemahaman yang lebih luas.
Lebih dari Sekadar Membaca
Kegiatan dimulai dengan suasana hangat di dalam kelas yang penuh antusiasme. Mila membuka sesi dengan meluruskan miskonsepsi yang sering terjadi: bahwa literasi hanyalah soal mengeja kata.
"Literasi adalah kunci untuk memahami dunia," ujar Mila di hadapan para siswa. Ia memaparkan materi secara komprehensif, mulai dari definisi Literasi,jenis-Jenis Literasi,hingga materi lainnya begitu juga dengan sastra .
Menyelami Keindahan Sastra
Tak hanya berhenti pada teknis literasi, Mila juga membawa para siswa menyelami samudera sastra. Baginya, sastra adalah "ruh" dari bahasa. Ia mengajarkan bagaimana puisi, prosa, dan cerita rakyat bukan sekadar hiburan, melainkan cermin budaya dan perasaan.
Para siswa diajak untuk mengenali keindahan diksi dan bagaimana sastra mampu mengasah empati. Dengan pendekatan yang interaktif, suasana kelas di SDN 15 Aie Angek berubah menjadi ruang diskusi yang hidup, di mana setiap anak berani bermimpi untuk menjadi penulis atau penutur cerita di masa depan.
Inisiatif Mandiri sebagai Bentuk Pengabdian
Kehadiran Mila Naura Juja di SDN 15 Aie Angek merupakan bukti nyata bahwa peran seorang Duta Penyala Literasi tidak terbatas pada acara seremonial. Langkah mandiri ini menunjukkan dedikasi tanpa batas untuk menjemput bola, mendatangi pelosok, dan memastikan bahwa semangat literasi menyentuh setiap lapisan masyarakat, bahkan di sekolah-sekolah yang jauh dari pusat keramaian kota.
Kepala Sekolah dan para guru SDN 15 Aie Angek menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap kehadiran Mila dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk lebih mencintai perpustakaan dan menghidupkan budaya membaca di lingkungan sekolah.
Sebagai penutup kegiatannya, Mila Naura Juja meninggalkan pesan-pesan penguat jiwa bagi para tunas muda di SDN 15 Aie angek Aie Angek:
> "Membaca adalah cara kita bernapas di dunia yang luas ini. Jika kamu ingin mengenal dunia, maka membacalah. Namun, jika kamu ingin dunia mengenalmu, maka menulislah."
Sumber : Mila Naura Juja